Hinaan beruntun

 Entahlah mulai darimana, mungkin ini cerita kehidupan ku yang sangat - sangat menyedihkan.

Pernah ga kalian dihina, dimaki, bahkan dipukul oleh orang yang seharusnya mensupport, menyemangati atau sekedar menemani kalian ?. Aku sedang mengalaminya. 

Setelah pernikahan rasanya banyak amarah dan kerudetan dibandingkan dengan bahagianya. Aku dihina, "gila", "bodoh", "goblok", "Anjing", "Setan" dan semua kata cacian pernah aku dengar dari mulut istriku. Aku pernah membalasnya dengan cacian yang serupa disaat ibuku meninggal, karna suatu alasan yang jika dijelaskan agak sedikit susah. Tapi karna balasan cacian itulah istriku merasa dia selalu menghina aku itu diajarkan oleh aku.  Aku mengalah dan mengaku salah juga, serta berjanji takkan pernah mengulanginya lagi. Dan sebagai lelaki sejati aku pun menepati janji tsbt. setelah 4 tahun aku tidak pernah mengulanginya lagi. Tapi entah mengapa istriku terus mengulanginya sampai detik ini, bahkan sepertinya tanpa ada rasa menyesal dan tidak pernah meminta maaf secara langsung kepadaku bahkan di hari raya lebaran. Yang aku tau, istriku sudah tidak ada rasa sayang dan cinta padaku lagi, karna dia berbicara langsung padaku, dan sebenarnya diapun ingin berpisah denganku. Istriku pun pernah berbicara jika aku adalah beban dan penghancur hidup dia. Betapa hancurnya hati ini mendengar ucapannya.  Aku pun dilema, antara masih sayang, kasihan anak tapi harga diri selalu diinjak. Apa aku harus bercerai dengannya ? Bukan tak mau menuruti keinginannya, hanya saja aku sangat berat untuk berpisah dengan kedua anakku. Apakah aku harus gagal jadi seorang suami dan ayah ? Setelah aku sebelumnya sudah gagal menjadi seorang anak. 

Apa aku harus selalu menjadi manusia yang selalu gagal dan terhina di dunia ya Allah ? Berikanlah aku kesabaran dan hidayah Mu ya Allah. Aku sudah tak punya tempat untuk bercerita setelah lelah menjalani kehidupan ini ya Rab. Tunjukanlah cara untuk bercerita kepadaMu ya Allah. Aku bukanlah orang yang dekat dengan agama, maka tuntun lah aku mendekat padaMu ya Allah. Imanku terlalu tipis ya Rab, bahkan aku pernah merasa ingin segera pergi dari dunia ini ya Allah, ditambah istriku pun pernah mengatakan berharap aku mati saja. Andai saja aku tak punya iman sama sekali  mungkin bunuh diri pun akan aku lakukan sejak dulu.

Apa ini adalah tanda kasihMu kepadaku ya Rab ? Mengapa sesakit ini ya Allah 😭, atau hanya aku saja yang terlalu berlebihan meratapi semua kesedihan ini. Ataukah ini hukuman bagiku yang ahli maksiat dan jauh dariMu ya Rab ? Jika benar, mohon ampuni aku ya Allah, berilah petunjuk untuk kembali padaMu. 



Komentar